Kamis, 15 Desember 2011

Menelusuri Jejak Musikalitas Anggun C. Sasmi


Melihat kesuksesan, kiprah dan prestasi Anggun C Sasmi sebagai pelopor artis Indonesia yang berhasil go internasional, mungkin tidak banyak yang tau bahwa dulu selain sukses menjual jutaan keping album atau single, Anggun juga pernah mengalami yang namanya album dan single jeblok dipasaran. Nama besar Anggun memang selalu menjadi jaminan untuk suksesnya sebuah pagelaran panggung musik, tetapi tidak dengan penjualan satu atau dua album dan single miliknya yang justru kurang mendapat respon.  Anggun termasuk beruntung pernah mengalami pasang surut penjualan album single-nya dimasa lalu, setidaknya Anggun itu membuat Anggun menjadi pribadi yang rendah hati dan cenderung menghargai penyanyi lain karena sudah pernah mengalami bagaimana rasanya ketika berada diposisi ‘bawah’. Berikut adalah ulasan mengenai album dan single yang pernah dirilis Anggun sewaktu masih berkarir di Indonesia. Mungkin ada beberapa yang sudah familiar buat anda atau bahkan belum pernah anda dengar sama sekali.



DUNIA AKU PUNYA (1986)

Ini adalah album pertama Anggun sebagai penyanyi remaja setelah sebelumnya sempat merilis album kompilasi anak-anak berjudul Kepada Alam & Pencipta-Nya yang lagu-lagunya diciptakan oleh musisi balada Bandung : Rita Rubby Hartland. Anggun masih berusia dua belas tahun saat mengerjakan album ini serta menyumbang dua lagu yang dia tulis sendiri : Tegang & Tik Tak Tik Tuk. Bisa dibilang suara Anggun mulai mengalami masa peralihan di album ini, meskipun karakter vokal Rock-nya sudah mulai terasa, tetapi image suara anak-anaknya masih sedikit tersisa apalagi pada lagu bertema anak-anak seperti pada dua nomor karya Anggun yang masing bercerita tentang suasana penerimaan raport kenaikan kelas dan juga cerita tentang bunyi jam dinding. Mungkin produser menganggap usia Anggun masih terlalu muda untuk menyanyikan lagu bertema cinta, sementara sudah terlalu besar untuk menyanyikan lagu anak-anak maka dipilihlah tema lagu yang sangat universal. Misalnya lagu berjiwa nasionalis pada lagu Garudaku, kekaguman pada seorang ibu lewat lagu Dari Seorang Wanita dan curhat tentang tante pada lagu Tante Cerewet. Meski masih kental image kekanak-kanakan-nya, tetapi album ini memang digarap serius dan diarahkan kepada pecinta musik Rock. Lihatlah tata musiknya yang ditangani langsung oleh Ian Antono yang pada kesempatan berikutnya juga menangani album milik penyanyi senior Anggun : Nicky Astria .

Daftar Lagu : Dunia Aku Punya, Tegang, Masa Remaja, Tik Tak Tik Tuk, Dari Seorang Wanita, Perdamaian, Garudaku, Gadis Penari, Ganti-Gantian, Tante Cerewet.


MIMPI (1989)

Ini adalah lagu pertama yang melambungkan nama Anggun ke blantika musik Indonesia. Melodi yang indah dipadu dengan lirik cinta yang puitis (sekaliber lirik gubahan Kla Project) dibawakan dengan sempurna oleh suara bulat milik Anggun sanggup membuat lagu ini menjadi salah satu lagu paling populer pada masa itu. Butuh daya nalar kelas tinggi untuk bisa menangkap kisah yang terkandung dalam lagu ini dan ini merupakan nilai plus Anggun yang tidak terjebak menyanyikan lirik yang cengeng atau picisan. Buktikan keindahan gubahan liriknya seperti pada bagian : setelah aku sadar diri, kau telah jauh pergi. Tinggalkan mimpi yang tiada bertepi.

Lagu kedua : Bayang Bayang Ilusi, juga secara kwalitas melodi dan lirik tidak kalah dengan lagu Mimpi. Mungkin karena diciptakan oleh penulis lagu yang sama yaitu Teddy Sudjaya dan Pamungkas NM. Bahkan lagu ini dulu begitu sering dibawakan oleh penyanyi lain ketika tampil mewakili Indonesia di festival musik luar negeri.



TAKUT (1990)

Salah satu kelebihan Anggun adalah dia punya wilayah jangkauan vokal yang cukup lebar sehingga memungkinkan dia untuk menaklukkan hampir semua jenis dan tempo lagu. Anggun juga tidak terjebak hanya menyanyikan lagu dari pencipta lagu yang sama melulu. Pada single ini, Anggun menyanyikan lagu karya Deddy Dhukun & Mus Mujiono. Dan memang seperti pengakuan Deddy Dhukun, lagu ini memang ditulis untuk Anggun karena tingkat kesulitan menyanyikan lagu ini memang membutuhkan jangkauan vokal yang dimiliki Anggun. Sepertinya pemikiran Deddy Dhukun tidak terlalu berlebihan karena kedua bagian verse lagu ini dinyanyikan dalam oktaf yang semakin tinggi pada setiap baitnya dan berpuncak pada bagian chorus. Itu sebabnya ketika pertama kali mendengar lagu ini di radio, banyak orang yang menyangka kalau penyanyi lagu ini adalah Nicky Astria. Secara kwalitas dan karakter vokal untuk lagu-lagu bercorak Rock, Anggun memang nyaris menyamai seniornya Nicky Astria dan itu dibuktikan pada lagu ini.


SI ROY (1990)

Sebagai penyanyi remaja yang sedang menjajaki posisi puncak karir-nya, tentu saja Anggun sering ditawari main film. Nike Ardilla dan Nicky Astria pernah mencicipi jalur ini, namun Anggun konsisten dengan jalur musik. Kalaupun Anggun harus terlibat dalam produksi film, Anggun lebih memilih menjadi penyanyi soundtrack film yang bersangkutan. Salah satunya adalah film remaja berjudul Si Roy yang dibintangi oleh aktor idola remaja pada saat itu : Ryan Hidayat. Anggun kebagian peran menyanyikan dua buah lagu yang menjadi soundtrack lagu ini : Si Roy & Kamu Hey Kamu. Meski film ini tidak sesukses film serupa seperti Lupus, tetapi soundtrack yg dinyanyikan Anggun berhasil menjadi hits. Suara Anggun yang terdengar genit dan manja (terutama pada lagu Si Roy) dan tema tentang naksir-naksiran memang membuat lagu ini gampang diterima oleh pendengar dari usia remaja.

Daftar Lagu : Si Roy, Kamu Hey Kamu, OK.











LABA-LABA (1991)

Lagu ini sebenarnya tidak pernah diproyeksikan menjadi lagu hit, makanya hanya diposisikan sebagai lagu pendukung untuk single milik Hedy Yunus dan Irma June yang berjudul Kristal-Kristal Cinta. Tetapi suara bulat Anggun yang ngerock ditingkahi dengan jenis musik yang begitu riang justru membuat lagu ini mampu mengungguli popularitas lagu best-cut. Tanpa promosi lewat video clip (melainkan hanya lewat radio), lagu ini berhasil menjadi salah satu hits Anggun yang paling populer hingga akhirnya single ini kemudian dirilis sebagai lagu andalan untuk rekaman berikutnya.










14 TOP - ANGGUN C. SASMI (1991)

Akhir masa kontrak rekaman  Anggun dengan label Hins Collection ditandai dengan peluncuran album kompilasi hits milik Anggun yang diberi judul 14 Top - Anggun C. Sasmi. Album ini berisi parade lagu-lagu hits Anggun seperti Mimpi, Bayang-Bayang Ilusi, Takut, Si Roy, dan lain-lain yang juga ditambah dengan beberapa single Anggun yang mungkin tidak terlalu dikenal karena hanya menjadi single pendukung rekaman artis lain. Misalnya Kembali (menjadi lagu pendukung single Satu Macam Saja milik Ovie Ariesta yang sekarang dikenal dengan nama Oppie Andaresta), Laba Laba, Mimpi Di Kereta, Sendiri (lagu salah satu band Malaysia yang di-cover version-kan oleh Anggun), Angkuh, Menuju Matahari, Hari Ini (single pendukung untuk album Rock Kemanusiaan), dll.










BOJOKU (1991)

Musisi senior : Oddie Agam, merilis album solo dengan mengundang beberapa penyanyi perempuan sebagai bintang tamunya, yaitu Vina Panduwinata, Malida, Asty Asmodiwaty dan tentu saja Anggun C. Sasmi. Jika pada materi lagu-lagu di album ini Oddie Agam memilih menyanyikan sendiri lagunya atau duet dengan Malida pada lagu Bebaskan Asmara dan Vina Panduwinata pada lagu Tamu Istimewa, namun pada lagu Bojoku Anggun dipercaya menyanyi sendiri. Mungkin ini salah satu strategi marketing pihak label untuk menarik penikmat musik Indonesia dari usia remaja mengingat Anggun pada era ini adalah salah satu penyanyi yang menjadi idola para anak muda Indonesia.


DOSA-DOSAKU (1991)

Awalnya lagu ini juga muncul pada salah satu adegan film Si Roy, tetapi bukan Anggun yg melantunkannya melainkan Lady Avisha. Tetapi untuk dirilis sebagai single, justru Anggun yang menyanyikannya. Mungkin untuk alasan komersil, Anggun dianggap lebih menjual.

Daftar Lagu : Dosa-Dosaku, Ku Cari Bayangmu



TUA TUA KELADI (1990)

Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Anggun pada acara operet Lebaran di TVRI dengan lokasi outdoor. Entah apa hubungannya lagu ini dengan tema Lebaran dan apakah memang tidak banyak orang yang menonton operet tersebut sehingga popularitas lagu ini sempat tersendat-sendat pada awalnya. Lagu ini mulai mencuri perhatian ketika Anggun menyanyikannya dalam acara Selekta Pop TVRI hingga akhirnya menjadi salah satu lagu paling populer di tahun 1990. Sayang sekali, lagu ini dirilis dalam bentuk single sehingga harus mengalah dari album Bintang Kehidupan milik Nike Ardilla dalam kategori Album Terlaris BASF Award 1990. Lagu ini sendiri memang terdengar sangat menarik. Lirik yang berisi sindiran terhadap pria-pria hidung belang yang masih doyan main perempuan muda, apalagi melodinya juga sangat catchy, tak heran lagu ini masih digemari dan sering dinyanyikan oleh penyanyi lain hingga saat ini. Anggun sendiri setiap konser di Indonesia seperti punya kewajiban harus menyanyikan lagu ini.



GAYA REMAJA (1991)

Anggun adalah penyanyi yang sering membawakan lagu-lagu bertema remaja seusianya saat itu. Lewat Gaya Remaja, Anggun berbicara tentang realita remaja Jakarta. Mulai dari model rambut ala Lupus (tokoh fiksi karya Hilman Hari Wijaya), mengejar bis kota sepulang sekolah, pencarian jati diri, persahabatan, cinta monyet, dll. Gaya Remaja juga termasuk salah satu hits Anggun yang terkenal pada zamannya.




KOTA MATI (1991)

Dari single ini Anggun sempat mengalami pengalaman pahit sepanjang karir musiknya. Sang ayah dituduh melakukan pembajakan karena dianggap mengubah judul lagu yang tadinya berjudul Terdampar Di Kota Mati menjadi Kota Mati tanpa seizin penulis lagu. Sebelumnya sang penulis lagu tidak pernah menulis lagu untuk penyanyi manapun, dan Anggun yang mengenal si penulis lagu sebagai sahabat ayahnya tidak keberatan untuk membantu mempromosikan nama si pencipta lagu dengan cara menyanyikan dan merekam lagu ciptaannya berhubung pada saat itu rekaman Anggun adalah jaminan laris dan terkenal. Anggun sendiri mengaku tidak menyukai lagu tersebut, tetapi karena berniat membantu maka Anggun bersedia menyanyikannya. Meski kasus ini menjadi media promosi karena sempat mendominasi pemberitaan media cetak hiburan, toh single ini gagal dipasaran.



KATANYA (1991)

Ada fase dimana Anggun sempat terjebak hanya mengeluarkan single dengan lagu ‘biasa’ yang kurang memforsir kemampuan vokalnya. Katanya adalah salah satu single yg dikeluarkan Anggun tetapi sepertinya gagal menjadi hits. Padahal tema lagu ini masih berbicara tentang realitas anak-anak remaja dan anak sekolah, tema lagu yang biasanya selalu sukses ditangan Anggun.

Daftar Lagu : Katanya, Kontradiksi











BATU-BATU - Feat. Nike Ardilla (1991)

Anggun C. Sasmi dan Nike Ardilla adalah dua nama yang mewakili penyanyi solo usia muda yang mampu mengimbangi dominasi band-band Rock pada awal tahun 90′an. Maka tercetuslah ide untuk membuat proyek duet Anggun dengan Nike. Sayangnya proyek itu tidak pernah terwujud karena Anggun sudah keburu meninggalkan Indonesia menuju Eropa. Versi asli lagu ini sebenarnya adalah lagu dengan format solo untuk Anggun C. Sasmi. Namun mungkin Nike Ardilla juga menyukai lagu ini sehingga tertarik menyanyikan lagu ini dalam bentuk rekaman. Maka lagu inilah yang kemudian dijadikan untuk meneruskan proyek duet antara Anggun dan Nike dimana pada bagian verse tertentu suara Anggun dihapus dan diisi dengan suara Nike sehingga terdengar seperti format duet. Lagu ini bisa ditemukan disalah satu album kompilasi hits milik Nike Ardilla.



ANAK PUTIH ABU-ABU (1991)

Sweet Seventeen Anggun ditandai dengan peluncuran album Anak Putih Abu-Abu. Anggun sepertinya tidak bisa lepas dari lagu-lagu bertema anak sekolahan. Bahkan judul albumnya diasosiasikan dengan warna seragam anak SMA, jenjang pendidikan Anggun saat itu. Meskipun memiliki materi album yang bagus (Pay dari kelompok Slank) ikut menggarap album ini, album ini terkesan kurang promosi. Video clip single andalan Nafas Cinta (dimana Anggun bernyanyi dengan di-iringi Pay bermain gitar) sangat jarang diputar di televisi. Meskipun begitu, Nafas Cinta sempat nangkring ditangga lagu populer radio-radio terkenal, walau tidak sampai menduduki posisi puncak. Ada kisah menarik dibalik lagu Nafas Cinta. Teddy Sudjaja (sang penulis lagu) yang juga pada saat itu adalah drummer God Bless) awalnya menulis lagu ini bukan untuk Anggun, tetapi untuk penyanyi Rock perempuan lain. Namun ternyata penyanyi tersebut tidak mampu menaklukkan nada tinggi lagu ini. Ketika diuji coba ke suara Anggun, ternyata memang Anggun yang mampu menaklukkan lagu ini dengan karakter vocal dan emosi yang pas. Yang menarik, pada cover album ini Anggun sudah mulai melepas topi baretnya yang selama ini menjadi ciri khas-nya.

Daftar Lagu : Nafas Cinta, Anak Putih Abu-Abu, Pesta Kita, Harimau, Bilakah Damai, Stop, Jerit


NOCTURNO (1992)

Idealisme dan musikalitas Anggun mulai dipamerkan lewat album ini. Single andalan Problema Cinta menuntut range vokal Anggun mulai dari yang terendah sampai yang paling tinggi. Materi album ini sendiri sebenarnya sudah sangat jauh dari materi lagu-lagu yang pernah Anggun bawakan sebelumnya yang cenderung bertema anak sekolahan. Tetapi sepertinya sang produser tidak mau berspekulasi, maka dimasukkan-lah Problema Cinta sebagai single andalan untuk promo lewat radio. Dari sisi komersil, album ini memang tidak terlalu menggembirakan tetapi dari sisi artisitik dan musikalitas, Anggun sudah mulai menunjukkan kemampuannya. Setelah berani melepas topi baretnya pada cover album Anak Putih Abu-Abu tetapi masih tetap memakainya pada video Nafas Cinta, maka pada album ini Anggun benar-benar sudah lepas dari topi baret. Tidak hanya dalam foto cover album, di video Problema Cinta baret sudah tidak tampak lagi menghias kepala Anggun.

Daftar Lagu : Problema Cinta, Malioboro, Ku Tak Ingin, Ironi, Perisai Kehidupan, Biar, Ganti Saja, Nocturno, Sentuhan Dewata.





ANGGUN C. SASMI…LAH!!! (1993)

Usia delapan belas tahun, Anggun sudah memiliki perusahaan rekaman sendiri. Produksi pertamanya adalah album Anggun C. Sasmi…Lah!!!. Untuk pertama kalinya Anggun terlibat langsung dalam penggarapannya. Mulai dari pemilihan lagu, musisi sampai video clip. Itu sebabnya untuk album ini Anggun meminta kontribusi dari para sahabatnya seperti Pay (Slank), Lilo (Kla Project) dan Grass Rock. Album ini memang menjadi sangat berwarna, mulai dari warna Slow Rock ala Anggun pada lagu Sendiri, Hard Rock ala Grass Rock pada lagu Nanti Pasti Abadi sampai Blues ala Slank pada lagu dengan judul nyeleneh Penyelesaian Tolol. Video clip untuk single andalan digarap oleh Ria Irawan dan sempat tembus sampai ke MTV Hongkong. Lewat album ini juga Anggun mulai memberi citra dewasa, tak ada lagi lagu-lagu dengan tema anak sekolahan. Bahkan divideo clip Kembalilah Kasih, Anggun untuk pertama kalinya dalam ‘sejarah’ tampil dalam balutan sackdress yang feminin sekaligus seksi.

Daftar Lagu : Kembalilah Kasih, Kenapa Harus, Sahara, Nanti Pasti Abadi, Penyelesaian Tolol, Dikejauhan, Karenamu Kini Aku Mengerti, Matahari Hatiku, Jawara, Sendiri.


YANG HILANG (1994)

Sebelum berangkat ke Eropa untuk mengejar mimpi go internasional, Anggun sempat merilis album kompilasi dengan dua lagu baru Yang Hilang & Masa-Masa Remaja. Yang menarik, pada album ini juga dimasukkan lagu lama Anggun berjudul Batu-Batu yang sebelumnya tidak pernah dirilis. Beberapa tahun kemudian lagu tersebut direkam oleh Nike Ardilla dalam format duet dengan Anggun C. Sasmi. Memang pernah terdengar kabar bahwa seorang produser berencana memproduksi album duet Anggun dan Nike Ardilla, tetapi sayangnya sebelum proyek besar ini terlaksana Anggun sudah keburu berangkat ke Eropa. Akhirnya Nike dan sang produser memilih salah satu lagu Anggun, dimana pada beberapa bagian lagu suara Anggun akan dihilangkan dan diisi oleh suara Nike Ardilla sehingga terdengar seperti duet. 


Daftar Lagu : Yang Hilang, Masa-Masa Remaja, Batu-Batu.

Demikian sekilas reportase rangkaian album dan single yang pernah dirilis Anggun di Indonesia sebelum bermetamorfosa sebagai penyanyi internasional.  Eksistensi Anggun yang lintas dekade dan masih bertahan hingga saat ini adalah salah satu bukti nyata bahwa Anggun bukan sekedar penyanyi biasa. Maju terus, Anggun C. Sasmi!



DOWNLOAD ALBUM ANGGUN (indonesia)

 1. Dunia Aku Punya (1986)


Tracklist :




2. Mimpi (1990)


Tracklist :






3. Takut (1990)


Tracklist :






4. Tua-Tua Keladi (1990)
Tracklist :

 




5. Anak Putih Abu-Abu (1991)


Tracklist :

 





6. Nocturno (1992)


Tracklist :







7. Anggun C. Sasmi ...Lah!!! (1993)


Tracklist :

 




8. Yang Hilang (1994)


Tracklist :





Anggun ‘Naik Kelas’ di Album Baru

Untuk pertama kalinya dalam sejarah karir internasionalnya, penyanyi kebanggaan Indonesia di industri musik internasional : Anggun Cipta Sasmi, menjadwalkan album barunya rilis  paling awal di Indonesia. Sebelumnya pada saat merilis album seperti Snow On The Sahara (1997), Chrysalis (2000), Luminescence (2005) & Elevation (2008) adalah Eropa yg selalu mendapat jadwal rilis yg paling awal. Tetapi untuk album terbarunya : Echoes (2011), Indonesia menjadi negara pertama yang merilis album ini.

Ada beberapa hal menarik dari album baru Anggun ini. Pertama, ini adalah album sekaligus proyek perdana Anggun dengan label rekaman pribadinya : April Earth. Kedua, melalui album ini Anggun tidak hanya ‘sekedar’ menyanyi dan menulis lagu, tetapi sudah ‘naik kelas’ menjadi produser.
Seperti yang pernah dijelaskan oleh Anggun bahwa dia tidak akan pernah menggunakan konsep album yang sama dimana Anggun akan selalu menawarkan sesuatu yang baru dalam setiap album barunya, maka Anggun lagi-lagi membuktikannya lewat album ini.


Anda mungkin sudah menikmati lagu yang  telah menjadi radio airplay selama satu bulan ini yg dirilis dalam dua versi bahasa : bahasa Indonesia dan Inggris yang masing-masing berjudul Hanyalah Cinta dan Only Love. Di salah satu radio anak muda Jakarta, dua lagu ini minggu lalu bertengger di dua chart sekaligus : Hanyalah Cinta di posisi puncak chart lagu Indonesia, sementara Only Love di posisi nomor 1 chart lagu mancanegara. Dua lagu yang sama tetapi dengan bahasa yang berbeda ternyata mampu menggebrak dengan peta kekuatan yang sama, mungkin sejauh ini baru Anggun yang pernah menorehkannya.

Berbicara mengenai materi album baru, seperti yang dipaparkan pada awal tulisan ini, Anggun memang benar-benar memberikan aura dan atmosfir baru  dan segar yang sangat berbeda dari album-album yang sudah pernah dia rilis sebelumnya. Seperti tidak mau ikut larut mengikuti trend musik yang sedang wara-wiri di industri musik dunia, Anggun cenderung memilih untuk mengedukasi pendengar dan para penggemarnya dengan komposisi musik dan lagu yang tidak terjebak selera pasar yang saat ini seperti yang kita tau cenderung tidak ‘menyehatkan’ dan hampir seragam. Salah satunya adalah melalui lirik lagu. Kalau anda perhatikan, lirik pada lagu-lagu di album ini hampir semuanya mengusung tema tentang kehidupan dari perspektif yang memberi semangat dan ceria.

Salah satu lagu yang berbahasa Indonesia dengan judul Berkilaulah misalnya, dengan permainan melody pada bagian verse yang terdengar unik dan unpredictable, dimana jika anda coba-coba ikut bernyanyi maka mungkin anda akan kehilangan atau ketinggalan beberapa not karena melodinya pada bagian tertentu memiliki ‘tikungan tajam’ atau ibaratnya seperti jalan yang mendaki dan menurun dengan tiba-tiba namun tanpa kehilangan ritme-nya. Meskipun lagu ini terdengar sangat sederhana,  bukan berarti gampang untuk menyanyikannya. Beruntunglah Anggun tidak ada didekat saya pada saat saya mencoba menyanyikan lagu ini, karena Anggun pasti akan sangat bersedih hati dan membenci saya setengah mati karena mendapati lagunya menjadi sangat rusak ketika berada di pita suara saya. Ada pesan positif dalam liriknya yang mungkin jarang disadari oleh sebagian besar manusia, bahwa cobaan dalam hidup tidak seharusnya membuat kita menyerah dan putus asa, tetapi justru seharusnya membuat kita semakin tangguh dan tegar. Yang cukup unik, versi bahasa Inggris dari lagu ini yaitu Eternal justru menampilkan emosi yang berbeda. Jika pada lagu Berkilaulah anda akan seperti dibawa pada suasana yang akan membuat anda bersemangat, tetapi lagu Eternal lebih bergaya lullaby, jenis lagu yang cukup kalem untuk menjadi pengantar tidur anda. Acung jempol untuk Anggun yang berhasil memberi jiwa yang berbeda kepada kedua lagu ini  meskipun masih dalam melodi yang sama.
.
Tidak seperti Jennifer Lopez yang saking tergila-gilanya dengan sepatu merek Christian Louboutin, sehingga secara blak-blak-an menggunakan merek sepatu tersebut sebagai judul lagu **bisakah anda bayangkan seandainya seorang penyanyi menyanyikan lagu berjudul Youngki Komaladi atau Bucherry?**, Anggun sebagai salah penggemar merek sepatu dengan ciri khas sol warna merah cerah itu memilih cara yang subtil, hanya sebatas menyentil ciri khas sepatu kegemarannya itu tanpa menyebut merek sama sekali. Uniknya,  Anggun melakukannya sebagai sindiran sosial kepada kaum yang sering menganggap bahwa materi adalah simbol kebahagiaan : I could use that red-soled shoes . With this tight jeans, see what I mean? . Or maybe that long dress made to impress. Deserve that too. All those fancy things. Fail to make my heart sing. Can’t buy me happiness. (Aku menginginkan sepatu bersol merah yang sesuai untuk denim yang kupakai. Atau gaun panjang ala diva yang juga pantas untukku. Tetapi aku tau semua kemewahan itu belum tentu akan membuatku bahagia).

Potongan lirik diatas tertuang dalam lagu yang berjudul Buy Me Happiness, yang merupakan salah satu lagu yang paling saya favoritkan dari album ini. Ritme melodi yang riang dan permainan vokal Anggun yang lincah (dimana bagian awal lagu bermain dinada rendah, kemudian berubah tinggi meliuk-liuk di bagian chorus) merupakan perpaduan yang sempurna yang bisa membuat anda jatuh cinta pada lagu ini saat pertama kali mendengarnya. Sederhana, tetapi justru sangat menantang.

Sementara pada nomor Cold War dan A Stranger, gaya bernyanyi dan musik Anggun seperti mendapat pengaruh dari band-band Pop Rock a la British seperti yang cenderung menampilkan permainan musik dan gaya menyanyi minimalis namun tetap mempertahankan kedinamisan komposisi musik dan vokal sehingga tidak terdengar datar dan membosankan.
.
Atau jika ingin mendengar jenis musik yang lebih riang dan cukup danceable dengan karakter Rock, silahkan geber Impossible yang bagian chorusnya cukup catchy. Atau lagu My Addiction yang sangat Rock N Roll ala tahun 60’an

Jika anda menebak bahwa lagu Rollercoaster adalah lagu yang riang gembira dan bercerita tentang serunya jumpalitan di wahana tersebut, maka tebakan anda salah. Di album ini, justru lagu ini yang karakter Rock-nya paling kental. Tentu saja bukan type musik Rock yang manis, tetapi jenis Rock yang sedikit bernuansa ‘dark‘.

Secara keseluruhan, Anggun tampaknya tidak terlalu ingin terlihat pamer ‘kehebatan’ dalam album ini. Tidak ada range vokal yang diforsir menukik & melambung tajam atau akrobat di angkasa ala diva. Juga tidak ada musik dan lagu yang dipaksa untuk mengikuti arus trend yang sedang digemari masyarakat saat ini. Bahkan dari segi lirik lagu, Anggun terbilang sedikit berani keluar dari mainstream musik populer yang sedang didominasi lirik lagu provokatif, tema cinta picisan atau cengeng. Tetapi bukan berarti lagu-lagu pada album ini menjadi susah dicerna atau berat, justru lagu-lagu dalam album ini relatif gampang dinikmati **tetapi tentu saja tidak ada jaminan gampang dinyanyikan, kecuali kalau anda sendiri adalah Anggun** dengan bonus pesan yang terkandung dalam lirik lagu yang bisa membuat anda optimis dan bersemangat. Anda tentu masih tetap bisa menikmati lagu-lagunya meskipun telinga anda adalah telinga ‘awam’. Bisa dibilang kesederhanaan inilah yang  menjadi kekuatan dan nilai tambah album ini. Ditangan Anggun, keserderhanaan itu menjadi kesederhanaan yang tidak hanya sekedar sederhana, tetapi juga bercita rasa tinggi dan pastinya dipercaya mampu ‘bergema’ seperti judul album itu sendiri.
.
Daftar Lagu : Buy Me Happiness, Hanyalah Cinta, Weapons, Yang Terlarang, Impossible, Eternal, Rollercoaster, My Addiction, A Stranger, Cold War, Year Of The Snake, Silent Vow, Berkilaulah, Only Love, Count On Me, Sorry, Always You.

sumber : kompasiana 

DOWNLOAD ALBUM ANGGUN (international)













































































Album berbahasa Perancis













































Tidak ada komentar:

Posting Komentar